Tanya lima vendor web di Bali berapa biaya bikin website, dan kamu akan dapat lima jawaban yang tidak saling bertemu. Rp 500 ribu. Rp 4 juta. Rp 25 juta. Rp 120 juta. Semuanya benar, tapi soal produk yang berbeda.
Rentang itu hal pertama yang perlu dipahami, karena kebanyakan kebingungan harga bukan soal angkanya. Ini soal dua orang membicarakan dua hal berbeda dengan satu kata yang sama. Panduan ini memisahkan rentangnya, lalu menunjukkan apa yang menggeser harga di dalam satu rentang.
Empat rentang, dan untuk siapa
Harga web di Indonesia bukan satu pasar. Ada empat segmen yang jarang bersaing satu sama lain.
| Segmen | Rentang harga | Siapa yang beli | Yang didapat |
|---|---|---|---|
| Template instan | Rp 300 ribu sampai 1,5jt | Warung, proyek pribadi | Tema siap pakai dengan logo diganti, 3 sampai 5 halaman, tayang dalam hitungan hari |
| Freelancer atau studio kecil | Rp 1jt sampai 15jt | Usaha kecil, startup | WordPress yang disesuaikan atau build kustom ringan, 2 sampai 4 minggu |
| Agency lokal | Rp 5jt sampai 25jt, lebih tinggi untuk kerja kompleks | UMKM mapan, hospitality | Tim, proses terstruktur, desain plus build plus SEO |
| Enterprise atau aplikasi kustom | Rp 100jt ke atas | Korporat, pemerintah, e-commerce skala besar | Stack kustom, integrasi, pengerjaan berbulan-bulan |
Tidak ada yang namanya ditipu di sini. Kesalahannya adalah membeli dari satu rentang sambil berharap dapat hasil dari rentang lain. Situs Rp 500 ribu bukan situs Rp 20 juta yang dikerjakan buruk. Itu benda yang berbeda: kamu menyewa tema, biasanya kodenya bukan milikmu, dan tidak akan dioptimalkan untuk pencarian atau kecepatan karena tidak ada ruang anggaran untuk kerja itu.
Apa yang benar-benar menggeser harga di dalam satu rentang
Begitu kamu membandingkan vendor di rentang yang sama, penawaran ditentukan oleh daftar pendek keputusan. Ini perlu diketahui sebelum minta angka, karena tiap poin adalah pilihan, bukan misteri.
- Jumlah dan bentuk halaman. Lima halaman beda dengan sepuluh halaman. Halaman editorial panjang dengan foto asli beda dengan halaman formulir.
- Bahasa. Inggris plus Bahasa Indonesia berarti dua kali teks, metadata, dan kerja peninjauan.
- Booking atau pembayaran. Tombol WhatsApp murah. Booking engine, kalender ketersediaan, atau payment gateway tidak murah, dan ada biaya pihak ketiga bulanan.
- Konten. Kalau kamu menyediakan teks dan foto final, penawaran turun. Kalau studio yang menulis dan mencari, naik.
- Kecepatan dan SEO. Menambahkan ini belakangan lebih mahal daripada membangunnya sejak awal, karena itu keduanya masuk di percakapan pertama.
- Kepemilikan. Memiliki kode dan akunmu sendiri lebih mahal di depan dan lebih murah dalam lima tahun.
Kasus hospitality: harga dibandingkan komisi, bukan dibandingkan template
Kalau kamu mengelola villa, guesthouse, atau hotel, perbandingan dengan template adalah kerangka yang salah. Angka aslimu adalah komisi yang kamu bayar di tiap booking.
Online travel agency umumnya mengambil 15 sampai 20 persen dari tiap booking. Untuk villa dengan omzet Rp 150 juta setahun lewat kanal itu, artinya sekitar Rp 22 juta sampai Rp 30 juta diserahkan setiap tahun.
Situs booking langsung yang memindahkan sebagian saja dari tamu itu ke situsmu sendiri akan balik modal di tahun pertama. Setelah itu, booking yang sama menyimpan margin untukmu, bukan memberikannya pergi.
Itu menggeser keputusannya dari "berapa biaya website" menjadi "berapa biaya kanal ini setiap tahun". Yang satu pos sekali bayar. Yang lain kebocoran berulang.
Harga kami
Kami mencantumkan harga, karena di pasar ini keterbukaan menghemat satu putaran tebak-tebakan. Ini titik awal untuk lingkup pasti. Kalau pengerjaan yang lebih kecil sudah cukup, kami akan bilang.
| Jenis proyek | Essential | Professional | Signature |
|---|---|---|---|
| Landing page | Rp 2.500.000 | Rp 4.500.000 | Rp 7.000.000 |
| Company profile | Rp 5.000.000 | Rp 12.000.000 | Rp 18.000.000 |
| Situs hospitality | Rp 8.000.000 | Rp 15.000.000 | Rp 28.000.000 |
| E-commerce | Rp 6.000.000 | Rp 12.000.000 | Rp 25.000.000 |
| Redesign dan optimasi | Rp 3.000.000 | Rp 6.000.000 | Rp 12.000.000 |
Semua paket sudah termasuk domain, hosting, dan SSL untuk tahun pertama, desain responsif mobile-first, fondasi SEO, analytics, pengerjaan kecepatan dan caching, serta serah terima sungguhan dengan source dan akses. Tidak ada satu pun yang balik jadi tagihan terpisah.
Harga belum termasuk PPN dan biaya pihak ketiga seperti payment gateway dan booking engine.
Bagian berulang, tempat biaya sebenarnya berada
Website bukan pembelian sekali jadi. Perlu update, backup, keamanan, dan perbaikan berkelanjutan. Hosting dan perpanjangan tahun kedua adalah titik di mana banyak build murah diam-diam jadi mahal, karena vendornya hilang atau tagihannya datang sebagai kejutan.
| Paket | Harga | Cakupan |
|---|---|---|
| Care Basic | Rp 350.000 /bln | Update, backup, pemantauan uptime, keamanan |
| Care Pro | Rp 750.000 /bln | Basic plus edit konten, pemantauan kecepatan dan SEO |
| Growth | Rp 2.500.000+ /bln | Dukungan SEO, konten, dan kampanye |
Bayar tahunan hemat dua bulan. Kami memisahkan build dari perawatan dengan sengaja: kamu harus bisa melihat apa yang kamu bayar setelah rilis, bukan menemukannya di tagihan perpanjangan.
Cara memilih tanpa salah langkah
- Tentukan dulu kamu beli di rentang mana. Setelah itu bandingkan vendor hanya di rentang itu.
- Tanya apa yang jadi milikmu di akhir. Kode, domain, akun hosting, analytics. Kalau jawabannya kabur, itu jawabannya.
- Tanya apa yang terjadi di tahun kedua. Biaya perpanjangan, ketentuan dukungan, dan siapa yang memegang akun.
- Kunci lingkupnya secara tertulis. Harga pasti hanya jalan dengan lingkup pasti. Scope creep inilah yang mengubah penawaran wajar jadi pengalaman buruk.
- Jangan memilih hanya dari harga. Penawaran termurah dan termahal biasanya tidak menjelaskan hasil yang sama.
Kalau kamu mau jawaban jujur untuk proyekmu, ceritakan apa yang sedang kamu bangun dan kami akan bilang proyekmu masuk rentang mana, termasuk kalau rentangnya lebih kecil dari dugaanmu.